BEKASI, 6 JUNI 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Barat mengamankan seorang pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) berinisial N, setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah warga terkait pembagian uang parkir di wilayah Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Kapolsek Cikarang Barat, AKP Tri Bintang Baskoro, menyampaikan bahwa pelaku dikenal sebagai tokoh lokal yang memiliki pengaruh kuat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Yang bersangkutan merupakan figur dominan setempat—bisa dikatakan ‘jagoan kampung’—yang selama ini hanya beroperasi di sekitar wilayah Wanajaya,” ujar AKP Bintang dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (5/6/2025).
Insiden bermula pada Sabtu, 24 Mei 2025, ketika N datang ke sebuah lokasi usaha kuliner pecel lele dan menuntut uang jatah parkir sebesar Rp25.000 per hari dari tiga penjaga parkir berinisial H, S, dan I. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi karena pendapatan parkir saat itu minim akibat sepinya pengunjung warung makan.
“Karena tak diberi uang, pelaku merasa tidak dihormati dan memerintahkan mereka berhenti menjaga area parkir saat itu juga,” terang AKP Bintang.
Beberapa hari setelah kejadian, tepatnya pada Sabtu, 1 Juni 2025, ketiga warga tersebut kembali bertugas menjaga parkir di lokasi yang sama. Mengetahui hal itu, N mendatangi tempat kejadian perkara dan memberikan peringatan keras agar mereka tidak lagi beroperasi di area yang ia klaim sebagai “wilayah kekuasaannya”.
“‘Jangan ganggu area parkiran gue,’ kira-kira begitu ucapan pelaku sebelum meninggalkan tempat kejadian,” ungkap Kapolsek.
Peristiwa itu sempat direkam oleh warga sekitar dan video konfrontasi tersebut menyebar luas di media sosial, menarik perhatian publik dan pihak berwenang.
Dari hasil penyelidikan lanjutan, polisi menemukan bahwa N mengontrol beberapa titik parkir liar di sekitar lokasi, tidak hanya terbatas di area pecel lele. Aksi intimidatif dan pungutan liar yang dilakukan pelaku ini akhirnya membuat aparat bertindak cepat untuk menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat.
[RED]













