SAMPIT, 5 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Seorang tahanan perkara tindak pidana narkotika berinisial SW membuat geger aparat penegak hukum setelah berhasil meloloskan diri dari pengawalan petugas, usai menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Sampit, Selasa siang (3/6/2025). Ironisnya, SW kabur dalam kondisi masih menggunakan borgol di kedua tangannya.
Berdasarkan informasi lapangan yang dihimpun oleh Radar Sampit, peristiwa tersebut terjadi saat rombongan tahanan hendak dipulangkan kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sampit usai mengikuti agenda sidang. Namun, SW berhasil melancarkan aksinya dan melarikan diri dari pengawasan petugas.
Sumber internal menyebutkan bahwa saat kejadian, terjadi kelengahan dalam pengawalan, yang dimanfaatkan oleh SW untuk kabur. Petugas yang menyadari pelarian tersebut segera melakukan pengejaran, namun hingga berita ini diturunkan, SW masih dalam status buron.
Lapas dan Kejaksaan Bungkam, Tim Gabungan Dikerahkan
Saat dikonfirmasi, Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, M. Yani, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pelarian tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, dan petugas Lapas sedang melakukan pengejaran intensif terhadap tahanan tersebut.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum bersedia memberikan tanggapan atas kejadian yang mencoreng integritas sistem pengawalan tahanan itu.
Diketahui, SW terjerat kasus kepemilikan narkotika jenis sabu dengan barang bukti hampir 10 gram. Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya telah menuntut SW dengan pidana penjara selama 9 tahun, mengingat beratnya kasus dan jumlah barang bukti yang cukup signifikan.
Kejar Buronan, Petugas Didesak Evaluasi SOP Pengawalan
Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berlangsung, termasuk pemantauan terhadap sejumlah titik yang diduga menjadi tempat pelarian SW. Warga diimbau untuk tidak memberikan bantuan atau perlindungan kepada buronan, dan segera melapor ke aparat terdekat apabila melihat seseorang mencurigakan dengan ciri tangan terborgol.
Peristiwa ini menambah catatan penting perlunya evaluasi sistem keamanan dan pengawalan tahanan antar-lokasi sidang dan Lapas, demi mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
[RED]













