google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

19 Narapidana Kabur dari Lapas Nabire, 11 Diantaranya Anggota KKB: Penyerangan Brutal Jadi Pemicu Pelarian Massal

19 Narapidana Kabur dari Lapas Nabire, 11 Diantaranya Anggota KKB: Penyerangan Brutal Jadi Pemicu Pelarian Massal
banner 120x600

Nabire, Papua Tengah, 3 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Insiden pelarian massal kembali mengguncang keamanan lembaga pemasyarakatan di Papua Tengah. Sebanyak 19 narapidana berhasil meloloskan diri dari Lapas Kelas IIB Nabire pada Senin (2/6/2025). Dari total napi yang kabur, sebanyak 11 orang diketahui merupakan bagian dari jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang berasal dari kawasan Puncak Jaya, Puncak, dan Paniai—wilayah-wilayah yang selama ini dikenal rawan konflik bersenjata.(2/6/25)

crossorigin="anonymous">

Aksi pelarian dramatis ini dipicu oleh serangan mendadak yang dilakukan oleh seorang narapidana bernama Ardinus Kogoya, yang secara tiba-tiba menyerang tiga petugas lapas dengan senjata tajam jenis parang panjang. Senjata tersebut diduga merupakan alat perkakas yang biasanya digunakan dalam kegiatan kerja napi untuk memotong kayu di dalam lapas, dan berhasil disalahgunakan dalam aksi brutal tersebut.

Setelah melakukan penyerangan, kelompok napi lainnya langsung mengambil kesempatan untuk melarikan diri melalui bagian belakang kompleks lapas yang berbatasan langsung dengan wilayah perbukitan dan semak belukar. Situasi darurat ini berlangsung cepat dan mengakibatkan kebocoran sistem pengamanan internal.

Pihak keamanan dari Kepolisian Resor Nabire, bersama personel TNI dan petugas lapas, kini tengah melakukan operasi pengejaran intensif di sejumlah titik rawan, termasuk jalur pegunungan yang diduga menjadi rute pelarian para narapidana.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, dalam keterangannya menyatakan bahwa insiden ini tidak akan ditoleransi, terlebih karena melibatkan napi yang tergabung dalam jaringan separatis bersenjata.

“Kami menganggap ini sebagai pelanggaran serius terhadap stabilitas keamanan. Terutama karena sejumlah pelaku merupakan bagian dari KKB yang telah terlibat dalam aksi-aksi kekerasan sebelumnya. Penindakan akan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegas Brigjen Faizal.

Saat ini, proses investigasi internal juga dilakukan di lingkungan Lapas Nabire, guna mengungkap kemungkinan adanya kelalaian atau keterlibatan oknum petugas dalam peristiwa pelarian ini. Langkah penguatan pengamanan di seluruh lapas di wilayah Papua Tengah juga sedang diintensifkan.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0