Cirebon, Jawa Barat, 2 Juni 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Dalam suasana penuh duka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (@dedimulyadi71) turun langsung ke lapangan untuk menemui para keluarga korban tragedi longsor tambang yang mengguncang Kabupaten Cirebon.
Di hadapan warga yang kehilangan sanak saudara, Dedi menegaskan komitmennya memberikan bantuan finansial sebesar Rp50 juta untuk setiap kepala keluarga korban.
Santunan Gabungan dari Pemprov, Kepolisian, dan Pemkab
Dedi mengungkapkan bahwa santunan tersebut merupakan hasil gotong royong lintas lembaga:
- Bantuan pribadi dari dirinya selaku Gubernur Jawa Barat
- Dukungan dari Kapolda Jawa Barat
- Partisipasi Kapolres Cirebon
- Kontribusi Bupati Cirebon dan jajaran pemerintah kabupaten
“Pak Kapolda sudah turun tangan, Ibu Kapolres sudah ikut membantu, Pak Bupati juga sudah menyalurkan dukungan. Pemprov Jawa Barat bersama seluruh jajaran ikut bergotong royong. Totalnya Rp50 juta per kepala keluarga,” ujar Dedi saat berbicara langsung di lokasi, Senin (2/6/2025).
Kronologi Singkat Tragedi
Insiden longsor tambang ini terjadi di salah satu kawasan tambang rakyat di Kabupaten Cirebon. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari diduga memperlemah struktur tanah, memicu runtuhnya dinding tambang yang menelan korban jiwa.
Hingga saat ini, tim gabungan SAR, BPBD, dan aparat kepolisian masih melakukan evakuasi di lapangan, sementara keluarga korban berkumpul menunggu kabar tentang nasib anggota keluarga mereka yang hilang.
Komitmen Pemprov Jawa Barat
Dedi menekankan, santunan finansial hanyalah salah satu bentuk dukungan dari pemerintah. Pihaknya berjanji akan melakukan:
- Audit menyeluruh terkait izin tambang rakyat di Cirebon
- Perbaikan sistem pengawasan tambang di wilayah rawan bencana
- Edukasi masyarakat untuk memperkuat mitigasi bencana
“Kita tidak boleh berhenti hanya pada santunan. Perlu ada perbaikan tata kelola tambang agar tidak ada lagi korban jiwa di masa depan,” tandas Dedi.
[RED]













