google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PERGANTIAN PANAS DI SIG: BUDI WASESO DICOPOT DARI KOMISARIS UTAMA, POSISI DIGANTIKAN IPAR PRESIDEN JOKOWI

PERGANTIAN PANAS DI SIG: BUDI WASESO DICOPOT DARI KOMISARIS UTAMA, POSISI DIGANTIKAN IPAR PRESIDEN JOKOWI
banner 120x600

Jakarta, 26 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS

Perombakan besar terjadi di tubuh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 23 Mei 2025. Salah satu keputusan paling mencolok adalah pemberhentian Budi Waseso (Buwas) dari jabatan Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. Posisinya kini resmi diisi oleh Sigit Widyawan, sosok yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Joko Widodo, yakni sebagai iparnya.

crossorigin="anonymous">

Pergantian pucuk pimpinan ini langsung memantik sorotan tajam dari publik, pengamat politik, hingga media nasional. Banyak pihak memandang langkah ini sebagai indikasi kuat semakin menebalnya pengaruh keluarga Presiden di kursi-kursi strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tak hanya Buwas yang tersingkir, SIG juga melakukan reshuffle pada jajaran komisaris dan direksi lainnya. Nama Yustinus Prastowo, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan Staf Khusus Menteri Keuangan, juga resmi diberhentikan dari posisinya sebagai anggota komisaris. Di sisi lain, pucuk kepemimpinan perusahaan kini beralih kepada Indrieffouny Indra, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Padang.

SIG sendiri menyebut langkah perombakan ini sebagai bagian dari strategi penyegaran dan penguatan kinerja perusahaan untuk menghadapi tantangan industri semen yang semakin ketat di tingkat nasional maupun internasional. Namun, suara miring bermunculan dari sejumlah analis dan pemerhati BUMN yang mencurigai adanya kepentingan politik yang bermain dalam penyusunan ulang jajaran pimpinan korporasi pelat merah tersebut.

Dalam catatan RESKRIMPOLDA.NEWS, SIG adalah salah satu perusahaan pelat merah terbesar yang memegang peran penting dalam sektor infrastruktur nasional, sehingga setiap perubahan dalam susunan direksi maupun komisaris selalu menjadi perhatian strategis. Pergantian figur-figur kunci di level atas bukan hanya berdampak pada arah kebijakan perusahaan, tetapi juga mencerminkan dinamika politik yang berkembang di balik layar.

Sejauh ini, SIG belum mengeluarkan pernyataan resmi yang merinci alasan khusus di balik pencopotan Budi Waseso maupun pemberhentian Yustinus Prastowo. Namun, sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa kebijakan ini diputuskan langsung oleh pemegang saham mayoritas, yakni pemerintah melalui Kementerian BUMN.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0