Bandung, 23 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Dalam upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia, satu sosok kembali mencuri perhatian masyarakat di wilayah Bandung. Adalah Inspektur Polisi Satu (IPTU)Zatnika, Kepala Unit (Kanit) Lalu Lintas di Kepolisian Sektor (Polsek) Sukajadi, Kota Bandung, yang dinobatkan sebagai Polisi Teladan dan Pengayom Masyarakat Minggu Ini oleh redaksi RESKRIMPOLDA.NEWS.
Dengan pendekatan humanis dan edukatif, IPTU Zatmika dikenal luas tidak hanya sebagai aparat penegak hukum di bidang lalu lintas, tetapi juga sebagai pendidik lapangan yang mampu memberikan pemahaman berlalu lintas secara persuasif kepada masyarakat dari berbagai lapisan usia.
Dedikasi dan Peran Aktif di Tengah Masyarakat
Selama beberapa bulan terakhir, Lettu Zatnika aktif terlibat dalam berbagai program penyuluhan lalu lintas, termasuk di lingkungan sekolah, komunitas pengemudi ojek online, hingga kampanye keselamatan jalan raya di titik-titik rawan kecelakaan di kawasan Sukajadi.
Dalam setiap penyuluhan, beliau tidak hanya menyampaikan peraturan dan sanksi, namun juga menanamkan kesadaran moral dan tanggung jawab sosial dalam berkendara.
“Polisi bukan hanya penegak aturan, tapi juga mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” ujar IPTU Zatnika dalam wawancara eksklusif bersama tim redaksi.
Prestasi dan Penghargaan
Komitmennya dalam menjalankan tugas telah berbuah penghargaan dari berbagai pihak, termasuk dari Kapolrestabes Bandung yang secara resmi mengapresiasi inovasi pendekatan komunikasi publik yang diterapkan oleh Zatnika. Beliau juga tercatat berhasil menurunkan angka pelanggaran lalu lintas harian di wilayahnya sebanyak 18% sejak awal tahun 2025.
Sosok Teladan dan Panutan
Di lingkungan internal Polsek Sukajadi, sosok IPTU Zatnika dikenal sebagai pemimpin yang disiplin namun penuh empati. Ia rutin memberikan pelatihan dan motivasi kepada para anggota Satuan Lantas, serta selalu menekankan pentingnya pelayanan publik yang ramah, cepat, dan transparan.
Warga Sukajadi menyebutnya sebagai “Pak Polisi Sekaligus Guru”, karena caranya menjelaskan aturan tidak menggurui namun mendidik.
[RED]













