google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PERESMIAN PABRIK AC DAERAH CIKARANG, DAIKIN INVESTASIKAN RP 3,3 TRILIUN UNTUK DORONG INDUSTRI LOKAL DAN EKSPOR

PERESMIAN PABRIK AC DAERAH CIKARANG, DAIKIN INVESTASIKAN RP 3,3 TRILIUN UNTUK DORONG INDUSTRI LOKAL DAN EKSPOR
banner 120x600

BEKASI, 18 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS


PT Daikin Industries Indonesia secara resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur terbarunya yang berfokus pada produksi alat pendingin udara untuk kebutuhan rumah tangga. Pabrik ini berdiri megah di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Jawa Barat, sebagai bagian dari komitmen investasi perusahaan dalam penguatan basis produksi nasional dan perluasan pasar ekspor.

crossorigin="anonymous">

Dengan nilai investasi yang mencapai Rp 3,3 triliun, fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 1,5 juta unit AC per tahun, menjadikannya salah satu fasilitas produksi skala besar di kawasan Asia Tenggara. Selain menjawab permintaan pasar domestik yang terus meningkat, produk-produk dari pabrik ini juga akan dipasarkan ke berbagai negara mitra ekspor.

Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Keberadaan pabrik baru Daikin diproyeksikan memberikan kontribusi positif terhadap serapan tenaga kerja lokal, dengan estimasi menyerap hingga 1.000 pekerja dari wilayah sekitar. Hal ini menjadi bentuk nyata kontribusi sektor industri terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengurangan angka pengangguran di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

“Ini adalah langkah strategis dalam mendukung industrialisasi nasional berbasis nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja,” ungkap Wakil Menteri Perindustrian, Dr. Faisol Riza, saat menghadiri peresmian fasilitas produksi tersebut.

Tantangan Komponen Impor Masih Membayangi, Pemerintah Dorong Substitusi Produk Dalam Negeri
Meski menyambut positif investasi besar dari Daikin, Wamenperin Faisol Riza juga menyoroti tantangan signifikan yang masih dihadapi industri elektronik nasional, khususnya terkait ketergantungan tinggi terhadap impor komponen inti seperti kompresor pendingin udara.

Tercatat, pada tahun 2024, nilai impor kompresor AC telah menembus US$ 244,29 juta atau setara sekitar Rp 4 triliun, mencerminkan ketidakseimbangan struktur pasokan dalam negeri.

“Kami berharap investasi ini dapat menjadi katalis bagi pengembangan komponen pendukung industri AC, terutama kompresor yang masih banyak bergantung pada luar negeri,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berkomitmen mendorong kemitraan strategis antara pelaku industri besar dan pelaku industri kecil-menengah (IKM), guna meningkatkan tingkat kandungan lokal dalam produksi elektronik serta memperkuat struktur industri hulu hingga hilir.

Dorongan Ekspor dan Transfer Teknologi
Selain aspek produksi dan lapangan kerja, keberadaan pabrik Daikin di Cikarang juga ditujukan sebagai pusat distribusi regional yang akan mendorong peningkatan volume ekspor produk buatan Indonesia. Hal ini selaras dengan strategi nasional dalam memperkuat neraca perdagangan dan memperluas pangsa pasar industri dalam negeri di kancah global.

Tak hanya itu, pemerintah berharap agar investasi Daikin juga menyertakan alih teknologi (transfer of technology) sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0