google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dugaan Penyelewengan Bansos Picu Konflik Berdarah dan Aksi Pembakaran Rumah Kepala Kampung di Lampung Tengah

Dugaan Penyelewengan Bansos Picu Konflik Berdarah dan Aksi Pembakaran Rumah Kepala Kampung di Lampung Tengah
banner 120x600

LAMPUNG TENGAH, 18 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS


Sebuah insiden kekerasan bermuatan konflik sosial yang dipicu oleh dugaan penyimpangan distribusi bantuan sosial (bansos) berujung pada peristiwa penusukan fatal serta pembakaran rumah kepala kampung di wilayah Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

crossorigin="anonymous">

Korban Tewas Usai Dituduh Persoalkan Distribusi Bansos
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis pagi (16/05/2025), sekitar pukul 09.00 WIB, di area Pasar Bandar Agung, Kelurahan Gunung Agung. Korban, yang diketahui bernama Surya, meregang nyawa akibat luka tusuk senjata tajam yang dilakukan oleh pelaku berinisial AS (Agus Sadewo). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, konflik bermula dari adu argumen sengit antara korban dan pelaku yang berkaitan dengan dugaan ketidakadilan distribusi bansos pangan.

Pelaku diketahui memiliki hubungan kekerabatan langsung dengan Kepala Kampung Gunung Agung, yang identitasnya masih dirahasiakan oleh pihak berwenang guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kemarahan Massa Berujung Aksi Main Hakim Sendiri
Pasca kejadian penusukan yang menyebabkan korban tewas di lokasi kejadian, kerabat korban beserta massa yang terprovokasi bergerak menuju kediaman Kepala Kampung Gunung Agung. Dalam suasana emosional dan tanpa dikendalikan oleh hukum, massa kemudian melakukan pembakaran terhadap rumah kepala kampung sebagai bentuk kemarahan dan protes.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Terusan Nunyai, Iptu Daniel Hamidi, dalam keterangannya membenarkan bahwa akar permasalahan berasal dari dugaan praktik tidak transparan dalam pengelolaan bantuan sosial oleh pihak aparatur kampung, yang diduga telah menimbulkan kecemburuan dan ketegangan antarwarga.

“Motif awal dari penusukan dipicu oleh tuduhan terkait distribusi bansos. Kami sudah mengamankan pelaku dan saat ini dilakukan pendalaman terhadap keterkaitan dengan pihak-pihak lain, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam penyelewengan bantuan,” tegas Iptu Daniel dalam konferensi pers, Jumat pagi (17/05/2025).

Langkah Penegakan Hukum dan Penyelidikan Terpadu
Pihak kepolisian dari Polres Lampung Tengah bersama jajaran Unit Reskrim Polsek Terusan Nunyai telah melakukan pengamanan terhadap pelaku penusukan, dan kini tengah mengejar pelaku lain yang terlibat dalam aksi pembakaran rumah. Situasi di lokasi telah dikendalikan dan aparat TNI-Polri disiagakan guna mencegah eskalasi konflik horizontal.

Lebih lanjut, penyidik juga membuka penyelidikan terpisah atas dugaan penyelewengan bantuan sosial oleh perangkat desa, yang memicu konflik. Data dan dokumen distribusi bansos kini dalam proses audit investigatif.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Segala bentuk ketidakpuasan terkait pelayanan publik agar disampaikan melalui jalur hukum dan prosedur yang berlaku.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0