Reskrimpolda.news – Semarang, 3 Mei 2025 – Aksi damai peringatan Hari Buruh di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, berubah ricuh Kamis (1/5) sore. Polisi menyebut kelompok berpakaian hitam yang diduga anarkis memicu kekacauan usai aspirasi buruh resmi disampaikan ke Gubernur Jateng.
Awalnya, ribuan buruh dari serikat seperti KSPI dan KASBI menggelar unjuk rasa tanpa insiden. Situasi memanas sekitar pukul 17.15 WIB saat sekelompok massa diduga bukan bagian dari serikat resmi melempari botol, batu, dan merusak pagar pembatas menuju kantor gubernur. “Mereka bergabung dengan elemen mahasiswa dan melakukan aksi anarkis,” tegas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto.
Polisi merespons dengan menurunkan ratusan personel, tembakan gas air mata, water cannon, dan kendaraan bermotor. “Mereka membakar dan menyerang petugas. Kami bertindak sesuai SOP,” jelas Artanto. Aksi pendorongan massa berhasil mengembalikan kondusivitas sekitar pukul 18.00 WIB.
Sebanyak belasan orang diamankan sebagai provokator, termasuk yang membawa petasan. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi, mengonfirmasi para tersangka sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Jumlah pasti masih didata. Kami dalami motif dan jaringan mereka,” ungkap Syahduddi.
Polisi menegaskan, kelompok anarko sengaja menyusup ke aksi buruh yang telah berjalan tertib. “Aspirasi buruh sah sudah diterima Gubernur. Kerusuhan berasal dari pihak luar,” tambah Artanto. Sejumlah video viral menunjukkan situasi chaos, termasuk upaya pembakaran dan bentrokan fisik.
Pascainsiden, lokasi kembali steril. Massa buruh yang tersisa membubarkan diri secara mandiri. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum merilis identitas atau tuntutan hukum terhadap yang diamankan. Pihak serikat buruh juga belum memberikan pernyataan resmi terkait infiltrasi kelompok anarkis tersebut.
(Red/Lyn)













