Reskrimpolda.news – Jakarta, 01 Mei 2025 – Rismon Sianipar, ahli forensik digital yang kerap mengkritik keabsahan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), mengaku menjadi korban teror di Bali. Kendaraan pribadinya dua kali dirusak orang tak dikenal. “Tak bisa dipakai,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (30/4). Meski tak diserang fisik, ia menilai aksi ini sebagai intimidasi terkait upayanya mengungkap dugaan ketidakjelasan ijazah Jokowi.
Sebelumnya, Rismon mempublikasikan analisis Error Level Analysis (ELA) foto wisuda Jokowi di akun X (23/4). Hasilnya, foto Jokowi muda berkacamata tebal yang beredar di medsos diduga hasil manipulasi. “Ada ketidaksesuaian kompresi gambar,” tegasnya, menunjukkan area yang ditandai kotak merah sebagai indikasi editan. Tak hanya foto, ia juga menyoroti kejanggalan font dan nomor seri ijazah Jokowi yang disebut tak sesuai standar era 1980–1990-an.
Klaim Rismon tak lepas dari sorutan hukum. Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, melaporkannya bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. “Ini fitnah. Jika ada pemalsuan, harus dibuktikan secara ilmiah dan hukum,” tegas Silfester dalam talkshow Overview Tribunnews.
Jokowi sendiri membantah isu tersebut. “Ini masalah ringan, tapi perlu ke ranah hukum agar jelas,” ujarnya usai memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Presiden menerima 35 pertanyaan dalam pemeriksaan awal dan menyatakan siap menjalani digital forensik jika diperlukan. “Silakan. Yang penting sudah dibawa ke hukum,” tambahnya, menanggapi tudingan politisasi.
Polemik yang berlarut sejak era kepresidenan Jokowi ini kini memasuki babak baru: saling lapor, klaim forensik, dan insiden misterius. Masyarakat menanti kepastian hukum untuk menguak tabir kontroversi yang belum berujung.
(Red/Hsn)













