Reskrimpolda.news – Kota Bekasi,19 April 2025 – Pengangkatan Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota disambut harap tinggi masyarakat. Publik menagih komitmen penegakan hukum, terutama pemberantasan peredaran obat-obatan ilegal seperti tramadol dan exymer yang masih marak di wilayah ini.
Evaluasi kinerja sebelumnya dinilai minim progres. Muklis, tokoh pemuda setempat, menyebut selama kepemimpinan sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota tak pernah mengekspos kasus obat terlarang. “Toko-toko ilegal beroperasi terang-terangan. Kami harap Kapolres baru berani bertindak tegas,” tegasnya.
Keresahan serupa diungkap Yuyun, warga Rawalumbu. Menurutnya, peredaran obat ilegal di kalangan remaja sudah pada tahap mengkhawatirkan. “Jangan tunggu laporan warga. Polisi harus proaktif sweeping lokasi rawan,” desaknya. Ia mencontohkan sejumlah kios di sekitar permukiman yang diduga menjual obat tanpa izin, kerap dikunjungi anak muda.
Tramadol dan exymer, dua jenis obat yang disalahgunakan, dikenal berdampak buruk pada kesehatan jika dikonsumsi tanpa resep. Keduanya mudah diperoleh di pasaran gelap dengan harga terjangkau, membuat penyebarannya sulit dikendalikan. Masyarakat mendesak aparat memperketat pengawasan, termasuk menindak tegas produsen hingga distributor.
Kombes Kusumo, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Metro Jakarta Selatan, dinilai membawa segudang pengalaman. Namun, tantangan di Bekasi disebut lebih kompleks. “Ini ujian pertama. Kepercayaan publik harus dibuktikan dengan operasi konkret, bukan sekadar jargon,” tandas Muklis.
Polres Metro Bekasi Kota hingga kini belum merilis langkah strategis pimpinan baru terkait isu ini. Masyarakat menanti janji transformasi di bawah kepemimpinan Kusumo, sambil berharap gelombang obat terlarang tak lagi meracuni generasi muda.
(Red/Hsn)













