Reskrimpolda.news – Jakarta, 05 April 2025 – Pemerintah China menegaskan posisinya dalam pertempuran dagang yang semakin rumit dengan Amerika Serikat melalui langkah-langkah yang tegas dan berani. Dalam menghadapi tarif impor tambahan yang diterapkan oleh pemerintah Trump, China menetapkan tarif balasan sebesar 34 persen pada semua barang yang dijual AS ke China.
Tindakan ini menyusul dua kali penetapan tarif oleh AS: tarif awal sebesar 20 persen di gelombang pertama dan tarif kedua yang diumumkan pada Rabu (3/4) lalu. Dengan menetapkan tarif balasan ini, China menunjukkan bahwa mereka siap untuk mempertahankan kepentingan ekonominya, meskipun konsekuensi dari tindakan ini dapat meluas ke perdagangan global.
Selain tarif, China juga melakukan langkah strategis lain dengan membatasi ekspor beberapa jenis logam tanah jarang yang sangat penting untuk industri teknologi tinggi. Pembatasan ini mencakup logam-logam seperti samarium, gadolinium, terbium, dysprosium, lutetium, scandium, dan yttrium, yang berlaku efektif mulai 4 April 2025. Langkah ini diharapkan dapat memberi dampak yang signifikan bagi sektor teknologi di AS yang bergantung pada bahan baku tersebut.
Menambah ketegangan, China juga memasukkan 16 entitas AS ke dalam daftar kontrol ekspornya, yang melarang pengiriman barang-barang dengan penggunaan ganda kepada perusahaan-perusahaan yang terkena dampak. Ini menunjukkan bahwa perang dagang tidak hanya terbatas pada tarif, tetapi juga menyentuh aspek kontrol teknologi dan bahan mentah.
Perkembangan ini menandakan bahwa perang dagang antara kedua negara akan semakin memanas, dengan potensi dampak yang luas bagi perekonomian global. Tindakan tegas China ini tidak hanya merupakan respons terhadap kebijakan AS, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa mereka akan melindungi kepentingan nasional mereka dengan segala cara yang diperlukan.
(Red)













