Reskrimpolda.news – Kendari, 10 Maret 2025 – Ratusan pengendara ojek online (ojol) di Kendari menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (5/3/2025) akibat masalah yang mereka alami setelah mengisi bahan bakar pertalite. Para pengendara mengklaim bahwa motor mereka mengalami mogok setelah pengisian BBM tersebut, yang menyebabkan kerugian bagi mereka sebagai pengemudi ojek online.
Menurut keterangan para pengemudi, awalnya kendaraan mereka hanya mengalami kendala atau ngadat, namun kemudian mogok total setelah terisi bahan bakar pertalite. Hal ini semakin diperparah dengan tercium bau menyengat dari BBM yang mereka beli, yang diakui sebagian dari mereka berbau seperti thinner, oli, dan bahkan ada yang menyebutnya mirip dengan campuran cat.
Tindak Lanjut Dari Pertamina
Menanggapi masalah ini, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengungkapkan bahwa Pertamina telah menerjunkan tim quality control untuk menyelidiki lebih lanjut dugaan ketidaksesuaian kualitas dari pertalite yang ada di Kendari. Tim ini akan melakukan pengecekan di lapangan, termasuk di SPBU yang mendapatkan suplai pertalite.
Fahrougi juga menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta penegak hukum untuk memastikan keakuratan hasil uji serta transparansi dalam proses tersebut. Uji sampel juga akan dilakukan bersama instansi terkait guna memberikan kepastian tentang kualitas bahan bakar kepada masyarakat.
“Kami juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala terkait produk BBM, yang dapat dilakukan melalui SPBU terdekat, kantor layanan Pertamina di wilayah Sulawesi Tenggara, atau melalui Call Center Pertamina di 135 yang siap melayani 24 jam,” jelas Fahrougi.
Kepada masyarakat, Fahrougi mengimbau untuk selalu membeli BBM di SPBU resmi Pertamina guna memastikan kualitas dan keamanan bahan bakar yang digunakan.
(RED)













